STEAM

 

Apa itu STEAM?

STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) merupakan aspek yang senantiasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Science (sains) berupa pengetahuan tentang alam dari skala atomik hingga skala besar alam semesta. Teknologi hadir dalam berbagai bentuk perangkat komunikasi elektronik, komputer, transportasi, peralatan medis, dan sebagainya. Engineering (rekayasa) dimanfaatkan dalam rancang gedung, jembatan, bangunan, juga mesin-mesin yang efisien. Arts (seni, secara luas: humaniora) mengisi peradaban dengan sentuhan keindahan dan manifestasi aspirasi yang dikomunikasikan dalam wujud yang amat luas seperti sastra, seni rupa, drama, musik, film, tari, dan lain-lain, gaya hidup, yang semuanya berpotensi menghaluskan nurani. Matematika muncul dalam abstraksi pemikiran hingga semua kegiatan manusia, dari hal terdekat seperti anggaran rumah tangga hingga yang lebih rumit seperti perbankan, asuransi, ekonomi dunia, dan pada semua sektor STEA dalam STEAM.

Salah satu penafsiran kami mengeani Arts adalah apa yang disebut dengan Mindfulness dan #Showtime.

Mengapa STEAM penting?

Kebutuhan akan SDM yang kompeten dalam STEM di era ini makin terasa. Peran STEM diperkirakan akan terus meningkat, terbaca dari laju peningkatan kebutuhan profesi STEM yang dua kali lipat dibanding profesi non-STEM dalam lima tahun terkini (Terrel, STEM Occupation, 2007). Kita juga melihat bahwa Arts muncul dalam beragam manifestasi dan dirasakan oleh kalangan yang jauh lebih luas dibandingkan pada setengah abad yang lalu. Untuk masyarakat Indonesia yang heterogen khususnya, seni merupakan substansi dan kekuatan tak ternilai harganya. Pembentukan manusia tangguh secara rasional, mental, spiritual sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat harus diupayakan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Masalah global muncul sebagai akibat dari pesatnya peningkatan populasi antara lain berupa meningkatnya kebutuhan dasar hidup seperti air, pangan, dan energi. Masalah lokal pun muncul dengan karakter yang bergantung pada kondisi masyarakat dan lingkungan setempat. Penguasaan kompetensi STEAM menjadi modal penting dalam mempertahankan kehidupan berkualitas dan meningkatkan daya saing individu dalam menghadapi masalah-masalah tersebut. Pendidikan STEAM harus segera ditanamkan untuk mempersiapkan generasi muda agar mereka dapat berjuang dalam kompetisi global yang kian ketat di masa depan.

Ide kami

Sebagai lulusan dari Institut Teknologi Bandung, para anggota G83 memiliki kompetensi yang tersebar dalam berbagai sektor STEAM dan berada dalam jejaring profesional yang membuatnya amat potensial dalam berkontribusi pada pendidikan STEAM untuk generasi muda dalam memenuhi kebutuhan di atas. Ide ini dikonkretkan dengan membentuk tim yang mempelajari materi STEAM yang sesuai dengan kebutuhan di Indonesia dan relevan dengan isu global, menggodoknya untuk disampaikan dengan metode pembelajaran yang efektif, dan membungkusnya dalam program pelatihan untuk guru yang dinamakan STEP (STEAM Teacher Education Program). Guru sebagai pelaksana pendidikan di garis depan haruslah yang diutamakan dalam persiapan manusia tangguh yang tidak akan rapuh dibawah sistem kurikulum yang terus berubah. Proyek awal Tim G83 adalah melakukan pelatihan dengan sasaran utama guru-guru SMP.

Mengapa guru SMP?

Dengan luasnya Indonesia dan sebaran demografinya, pendidikan STEAM kepada para siswa menjadi pekerjaan yang terlalu besar. Untuk efikasi yang lebih tinggi, penyemaian pendidikan STEAM perlu dilakukan kepada figur paling strategis dalam pendidikan, yakni para guru. Generasi muda yang sekarang (2013) sedang menjadi siswa sekolah menengah pertama adalah mereka yang akan menjalankan dan mengelola roda kehidupan bangsa dan dinamika negara pada dekade 2030-2050. Sebagai kelompok umur mayoritas dalam populasi Indonesia, kemampuan bersaing generasi ini akan menjamin membaiknya taraf hidup bangsa Indonesia untuk periode itu, yang selanjutnya menjadi batu loncatan besar untuk peningkatan taraf hidup pada periode selanjutnya. Jika kesempatan emas ini terluput, maka bangsa Indonesia akan harus berjuang terlalu keras untuk mencapai taraf kehidupan yang layak. Salah satu kunci keberhasilan kehidupan pada dekade tersebut adalah generasi yang memiliki kompetensi tinggi dalam STEAM. Maka, guru SMP lah yang paling krusial sebagai pendidik STEAM kepada generasi muda. Seorang guru dapat menularkan semangat dan kompetensinya pada sejumlah besar siswa yang ia didik.